Baptisan Ulang : Isu Teologis yang Miring

dc.contributor.authorHauw, Andreas
dc.date.accessioned2020-06-26T01:43:17Z
dc.date.available2020-06-26T01:43:17Z
dc.date.issued1991
dc.description.abstractSepanjang sejarah gereja, masalah baptisan terus diperdebatkan, bahkan mengakibatkan perpecahan seperti Anabaptis dengan Reformed. Problem baptisan yang dipertentangkan menyangkut dua segi yaitu, konsepsi dan praktika. Konsepsi yang salah akan mengakibatkan penyelewengan praktek. Hal ini dapat digambarkan seperti orang yang membuat bangunan di atas pondasi yang tidak mengikuti tali sipat, alias miring. Sehingga kemiringan bangunan di atasnya semakin nyata. Ada beberapa gereja di Indonesia yang mempraktekkan baptisan ulang. Baptisan ulang yang dimaksud, bukan baptisan Roh Kudus sebagai "berkat kedua" setelah orang menerima Yesus (dalam hal ini kita juga menolaknya), tetapi praktek membaptiskan kedua kali (atau lebih) bagi jemaat yang sudah dibaptis. Artikel ini akan menjelaskan secara ringkas konsep yang melatarbelakangi praktek baptisan ulang, dan bagaimana seharusnya baptisan itu dilakukan. Bagian akhir artikel ini akan berisi implikasi dan kesimpulan tentang problem ini.en_US
dc.identifier.urihttp://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/684
dc.publisherJurnal Pelita Zaman v. 6 no. 2en_US
dc.subjectBaptism.en_US
dc.titleBaptisan Ulang : Isu Teologis yang Miringen_US
dc.typeArticleen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Andreas Hauw - Baptisan Ulang.pdf
Size:
1.28 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
PDF

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections