Analisis Kritis Terhadap Doktrin Allah Tritunggal Karl Barth dari Perspektif Reformed dan Implikasinya Bagi Perdebatan Unitarian-Trinitarian di Indonesia

dc.contributor.advisorSulistio, Thio Christian
dc.contributor.authorSumito
dc.date.accessioned2021-05-04T08:13:08Z
dc.date.available2021-05-04T08:13:08Z
dc.date.issued2018
dc.description.abstractKarl Barth telah disalahpahami oleh sebagian orang karena dua hal ini: ia menyatakan Allah sebagai satu pribadi, dan Allah eksis dalam tiga modus keberadaan atau cara berada. Dikarenakan “satu esensi dan tiga pribadi” adalah formula Allah Tritunggal yang telah diterima secara luas oleh gereja-gereja Kristen, maka Barth dianggap mengajarkan modalisme. Untuk menyatakan Barth tidak mengajarkan modalisme, studi ini akan melakukan sebuah penelitian teologi sistematika, teologi sejarah, dan analisis kritis terhadap doktrin Allah Tritunggal Barth. Untuk mencapai tujuan tesis ini, penulis menerapkan penelitian kepustakaan. Tesis ini akan menunjukkan kepada pembaca bahwa formula Allah Tritunggal Barth bukanlah sebuah ajaran modalisme, melainkan ajaran yang ortodoks. Konsep Barth tentang Allah sebagai satu pribadi dapat dipahami dari arti personal, ontologis, dan dominical (ketuhanan/keallahan/esensi). Sedangkan mengenai istilah “modus keberadaan,” istilah ini sebenarnya identik dengan “relasi-relasi asal-usul” (relations of origin), yaitu paternity, generatio, dan spiratio atau processio. Barth juga tidak menolak formula trinitarian yang klasik: satu esensi dan tiga pribadi. Dari hasil penelitian, ternyata di dalam sejarah gereja sebagian bapa gereja dan teolog reformed pernah menggunakan istilah “modus keberadaan.” Jika istilah ini memiliki pengertian yang sama dengan ajaran modalisme, tentu mereka tidak akan memakainya. Barth menyadari bahwa “modus keberadaan” dapat disalahpahami sebagai modus penampakan, modus penyataan, atau modus aksi seperti yang diajarkan dalam modalisme. Untuk itu, ia memberikan istilah lain, yaitu “cara berada” (way of being) selain “modus keberadaan” (mode of being). Ia menggunakan “modus keberadaan” untuk menunjukkan dirinya tidak sedang merumuskan sebuah formula yang baru tentang Allah Tritunggal, melainkan sebagai penerus ajaran yang ortodoks.en_US
dc.identifier.kodeprodi77101
dc.identifier.nidn2312047001
dc.identifier.nim20141090067
dc.identifier.urihttp://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1371
dc.publisherSekolah Tinggi Teologi SAATen_US
dc.subjectBarth, Karlen_US
dc.subjectAllah Tritunggalen_US
dc.subjectsatu esensi tiga pribadien_US
dc.subjectsatu pribadi tiga modus keberadaanen_US
dc.subjectmodalisme.en_US
dc.titleAnalisis Kritis Terhadap Doktrin Allah Tritunggal Karl Barth dari Perspektif Reformed dan Implikasinya Bagi Perdebatan Unitarian-Trinitarian di Indonesiaen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 6
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Bab 1.pdf
Size:
881.47 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Bab 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Bab 2.pdf
Size:
806.13 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Bab 2
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Bab 3.pdf
Size:
856.39 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Bab 3
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Bab 4.pdf
Size:
755.51 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Bab 4
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Bab 5.pdf
Size:
565.44 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Bab 5

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections